10/24/13
0 komentar

Rumah Si Pitung Sepi Pengunjung

10:01 PM
Rumah Si Pitung.
Jakarta - Pitung adalah seorang pahlawan bagi warga Betawi di masa penjajahan Belanda. Walaupun bagi pemerintah Kolonial Belanda, Pitung adalah seorang penjahat, namun bagi warga Batavia (Jakarta,red) pitung adalah sosok yang sangat membela rakyat. Tidak berlebihan jika saat ini pemda DKI membuat wisata Rumah Si Pitung dibilangan Marunda Jakarta Utara.

Rumah si Pitung diperkirakan berdiri pada tahun 1918 pada masa pemerintahan Belanda. Karena beberapa hal, Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta mengadakan pemugaran rumah si Pitung pada tahun 1976, tanpa merubah bentuk dan isi rumah dari aslinya.

Area Rumah si Pitung yang luasnya kurang lebih 2500 m2 ini awalnya milik seorang tuan tanah asli Betawi, H.Sapiudin. Kemudian pada tahun 1976 diambil alih oleh pemda DKI yang saat itu di pimpin oleh Ali Sadikin dengan persetujuan para ahli waris keluarga H.Safiudin.

Farhan, salah satu pengurus rumah si Pitung, mengatakan, awalnya hanya ada satu bangunan saja, yakni rumah si Pitung. Baru pada tahun 2010 didirikan 2 bangunan baru disekitarnya sebagai galeri-galeri kebudayaan Betawi, tempat kuliner dan panggung kesenian Betawi. Setiap harinya Rumah Si Pitung masih sepi pengunjung. "Hanya hari- hari tertentu saja, seperti hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya ramai dikunjungi wisatawan lokal," ujarnya.

Kurangnya promosi yang dilakukan oleh pemda DKI merupakan salah satu penyebab Cagar Budaya Betawi ini menjadi kurang diminati untuk dikunjungi. Selain itu akses menuju ke lokasi yang agak sempit dan parkir kendaraan yang jauh, juga menjadi penyebab sedikitnya pengunjung."Parkirnya jauh disana, mereka harus jalan kaki menuju kesini, kasihan juga sih," ungkap Farhan.

Saat ini untuk masuk ke Cagar Budaya rumah si Pitung, tidak ada harga tiket masuk. Terserah mau kasih berapa saja, karena memang dari pemda sendiri belum meminta uang retribusi dari pengunjung, tambahnya.

"Mudah-mudahan tempat ini lebih ramai lagi, jalan menuju kesini diperluas, sehingga jumlah pengunjung bisa lebih meningkat," pungkas Farhan yang memang masih keturunan H.Safiudin, pemilik pertama rumah si pitung.


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top