12/20/13
0 komentar

Wadah Kolaborasi untuk Misi Sosial ala KitaBisa.co.id

4:44 PM
Halaman Kita Bisa
Tampilan muka kitabisa.co.id
Indonesia tidak pernah kekurangan ide. Berbagai permasalahan sosial yang ada di sekitar kita selalu menjadi pemicu bagi orang-orang yang peduli untuk bergerak melakukan perubahan. Dan perubahan besar dapat terbentuk jika banyak orang bisa berkolaborasi dan berkontribusi dengan apapun yang mereka punya. Ide inilah yang mendasari terbentuknya Kitabisa.co.id, sebuah platform crowdfunding sosial pertama di Indonesia.

Crowdfunding sendiri merupakan konsep yang sangat populer di Eropa dan Amerika, namun tergolong masih sangat baru di Indonesia. Secara harfiah crowdfunding berarti pendanaan oleh masyarakat banyak. Konsep ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ide dan inisiatif sosial untuk menyelesaikan permasalahan di sekitar kita, yang seringkali tak dapat terealisasi karena terbatasnya sumber daya, terutama uang dan dukungan. 

Di sisi lain, banyak sekali orang-orang yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk membuat perubahan, namun sibuk dengan keseharian masing-masing. Di sinilah crowdfunding ambil bagian sebagai sebuah platform yang menjembatani antara pemilik ide sosial dan masyarakat.Konsep inilah yang diadaptasi oleh Kitabisa.co.id. 

Berada di bawah bimbingan Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali, Kitabisa merupakan crowdfunding sosial pertama di Indonesia. Kitabisa mengedepankan konsep kolaborasi sosial, yaitu keyakinan bahwa untuk membuat sebuah perubahan besar, setiap orang harus bergabung dan berkontribusi dengan bantuan apapun yang bisa mereka berikan.

“Bantuan bisa berupa donasi, menjadi volunteer, berbagi ilmu pengetahuan, atau bantu proyek lebih dikenal oleh publik,” ujar Alfatih Timur, koordinator Kitabisa.co.id dalam video kampanye di Youtube.Setiap orang dapat memulai kontribusi mereka dengan membuat akun di Kitabisa.co.id. 

Orang-orang yang memiliki ide dan proyek kreatif di bidang sosial dapat mendaftarkan ide mereka di website Kitabisa. Pada saat mendaftarkan ide, mereka harus menceritakan latar belakang, tujuan, tempat dan waktu pelaksanaan, serta jumlah dana yang dibutuhkan untuk membuat ide mereka menjadi nyata.

Proyek yang telah lolos kurasi akan di-posting di website Kitabisa.co.id. Masyarakat dapat memberi dukungan terhadap ide-ide sosial tersebut dengan memberi donasi berupa uang dengan jumlah yang tidak ditentukan. Dalam crowdfunding, hal yang paling penting bukanlah jumlah donasi per orang, melainkan jumlah orang yang berpartisipasi, karena itulah kekuatan konsep ini ada pada crowd. Sebagai ilustrasi, jika setiap orang berdonasi Rp 100.000 saja, namun jumlah yang berdonasi ada 1000 orang, maka dana yang terkumpul menjadi Rp 100.000.000. Semangat kebersamaan mengubah hal kecil menjadi sebuah kekuatan yang besar. Fakta tersebut yang mendasari optimisme Kitabisa.co.id bahwa Indonesia bisa bangkit dengan kolaborasi dan kerjasama banyak orang.

Semangat kolaborasi tersebut pada dasarnya merupakan semangat yang sudah menjadi budaya nusantara, yaitu semangat gotong royong. Semangat dimana setiap orang mau turun tangan membantu dengan apapun yang mereka punya. Selain donasi berupa uang, kontribusi lain yang dapat diberikan pada sebuah proyek sosial di Kitabisa.co.id adalah dengan terjun langsung menjadi relawan, atau menyebarkan dukungan terhadap proyek tersebut melalui jejaring sosial. Semakin luas proyek tersebut tersebar melalui jejaring sosial, maka semakin banyak dukungan yang didapat, dan semakin banyak pula orang yang dapat berkolaborasi.

“Untuk menghasilkan perubahan besar-besaran, Indonesia membutuhkan kolaborasi besar-besaran,” ujar Rhenald Kasali, sebagai pembina platform crowdfunding ini.

Sebagai salah satu inovasi baru dalam pergerakan sosial di Indonesia, gerakan Kitabisa didukung oleh berbagai figur publik, seperti Dian Sastro, Andy F. Noya, Pandji, dan Oki Setiana Dewi dari kalangan artis, serta Faisal Basri, Babe Idin, dan Masril Koto dari kalangan tokoh masyarakat yang bergerak di bidang sosial. Mereka mengampanyekan ide kolaborasi sosial melalui video di Youtube.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 2013, Kitabisa.co.id telah meluncurkan 8 proyek sosial yang mendorong pengembangan sosial di berbagai bidang seperti pendidikan anak jalanan, industri kreatif, hingga usaha rakyat. Dua di antaranya — Parcel Nalacity dan Wakaf Al-Qur’an — bahkan telah mendapatkan pendanaan melebihi target dan berhasil dijalankan berkat dukungan masyarakat.

Hal tersebut menjadi bukti, bahwa inovasi Kitabisa.co.id dalam menghubungkan inisiatif sosial dan masyarakat melalui teknologi informasi dapat membawa semangat gotong royong Indonesia pada level yang lebih tinggi. Semangat yang dibawa Kitabisa.co.id diharapkan mampu terus mendorong Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan menciptakan perubahan dan menghubungkan kebaikan.

Sumber Artikel: IndonesiaKreatif.net 

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top